William & Lily Foundation (WLF) adalah organisasi filantropi yang melanjutkkan nilai-nilai filantropi dari William dan Lily Soeryadjaya di Indonesia. Didirikan pada tahun 2009,  William & Lily Foundation bertransformasi menjadi yayasan pemberi hibah yang aktif bekerjasama dengan berbagai mitra pelaksana untuk mendukung tiga area utama yaitu pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Kami percaya bahwa semua orang harus memiliki kemampuan dan hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri dan tidak menyerah pada keterbatasan. Ketiga area fokus yang kami pilih mencerminkan faktor-faktor penting dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Visi

Kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia untuk berkembang.

MisI

Memberdayakan masyarakat rentan dan marjinal melalui proses pembelajaran dan akses terhadap kesempatan yang ada.

About William and Lily Soeryadjaya

William Soeryadjaya was 12 when he lost both his parents within the same year. As the second eldest of six siblings, he – along with his older brother – had to quickly grow up and become the emotional and financial backbone for their young family. William learned how to be responsible for more than just himself from then on. This would be a strong theme throughout his life, and even marked the beginning of his relationship with his life partner, Lily. William and Lily met while they were both volunteers at the local Red Cross.

Giving back has always been an important part of both their lives and it was something they passed onto their children from early on. Until today, it remains to be a foundational value for the family.

Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dengan kehilangan, ketidakpastian dan kerentanan. Pertama-tama, kami ingin mengungkapkan keprihatinan kami dan dukungan kepada mereka yang telah mengalami kehilangan di masa pandemi. Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak yang besar dan menyeluruh terhadap masyarakat dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang turut merasakan dampak dari pandemi COVID-19. Kita dihadapkan oleh kondisi yang sulit antara memilih untuk mengorbankan kesejahteraan ekonomi atau kesehatan masyarakat. SMERU Institute memperkirakan setidaknya 8,5 juta orang dapat kembali jatuh ke bawah garis kemiskinan pada awal tahun 2021. Artinya, tingkat kemiskinan akan mundur kembali ke posisi seperti di tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa semua kemajuan yang telah dicapai Indonesia untuk menghapuskan kemiskinan dalam satu dekade terakhir harus kembali ke titik semula.

Tentunya kita tidak berharap hal ini terjadi, namun kita tetap harus mempersiapkan diri untuk menghadapi skenario yang terburuk. Hal ini membuat WLF semakin mantap untuk berkomitmen pada visi dan misi organisasi serta tetap fokus pada program-program yang dijalankan. Kami akan selau ber, tetapi juga terus berjaga menghadapi tahun yang baru.