Penutupan Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata di Sumba Barat Daya

Pada tanggal 30 Juli 2022, DESMA Center sebagai salah satu mitra pelaksana WLF menyelenggarakan Diseminasi dan Penutupan Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata di Sumba Barat Daya. Program yang dilaksanakan selama dua tahun terakhir sejak Agustus 2020 hingga Juli 2022 ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan pariwisata di Sumba Barat Daya. Program ini juga mendorong berbagai pemangku kepentingan dalam upaya memberikan dampak positif dan penguatan pendidikan formal kejuruan pariwisata serta mempromosikan bahwa pendidikan yang kuat adalah dasar pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. 

Berbagai tantangan dihadapi oleh SMK Pariwisata di Sumba Barat Daya seperti  adanya ketidaksesuaian keterampilan yang diajarkan dengan kebutuhan industri pariwisata, fasilitas praktik dan materi pembelajaran yang tidak memadai, latar belakang akademis guru yang tidak sesuai, serta minimnya hubungan dengan pemerintah untuk meningkatkan dukungan kurangnya jejaring antar SMK pariwisata dengan industri yang relevan. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini bekerja dengan landasan tiga pilar, yaitu policy advocacy (melakukan advokasi kepada pihak pemerintah),capacity building (peningkatan kapasitas SMK Pariwisata untuk persiapan LSP 1), dan  industry linkage (hubungan SMK dengan industri pariwisata).

Selama dua tahun masa implementasi program, terdapat berbagai capaian yang diraih seperti:

  1. Sebanyak 23 (dua puluh tiga) program Training of Trainers (ToT) diberikan kepada 52 (lima puluh dua) guru produktif dan manajemen sekolah dari dua sekolah penerima manfaat dan SMK pariwisata lainnya. Kegiatan ini telah memberikan dampak pada 1.488 siswa.
  2. Pengenalan dan penyusunan buku panduan magang bagi siswa, guru dan industri pariwisata dengan 4 (empat) jurusan studi pariwisata tematik dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk memberikan masukan bagi pengembangan buku panduan magang.
  3. Memfasilitasi program sister school untuk kemitraan antara SMKS Pancasila dengan SMKN 1 Kupang dan SMKN 2 Tambolaka dengan SMKN 3 Denpasar melalui MoU. Tujuan kemitraan adalah untuk meningkatkan manajemen sekolah, program kapasitas guru dan pertukaran kurikulum.
  4. Memfasilitasi 23 (dua puluh tiga) RKB/MoU SMK pariwisata penerima manfaat dengan industri pariwisata terkait di Sumba, Kupang dan Bali untuk memperkuat kemitraan industri pariwisata dalam berbagi pengetahuan praktis bagi guru, fasilitasi magang dan pertukaran kurikulum.
  5. Memfasilitasi 8 (delapan) pertemuan forum pemangku kepentingan, untuk mendukung advokasi kebijakan kepada pemerintah dan meningkatkan jaringan sekolah kejuruan pariwisata dengan industri pariwisata terkait, yang kami bangun jaringan dengan 303 pelaku industri pariwisata.
  6. Sebanyak lima guru produktif untuk memperoleh sertifikasi asesor nasional yang diperlukan untuk kategori tour & travel dan hotel.

“Program yang dilaksanakan oleh DESMA Center didukung oleh William & Lily Foundation dan Adaro Foundation ini menjawab kekhawatiran kami terkait kapasitas kesediaan SDM di Sumba Barat Daya, semula sekolah kurang berkomunikasi dengan dinas kemudian kini sudah terjalin komunikasi dan kolaborasi yang baik,” Ucap Bapak Ir. Nyoman Agus S., M.T. – Kepala Dinas Pariwisata Kab. Sumba Barat Daya. Program ini bermitra dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Korwas SMA/SMK/PLB Kabupaten Sumba Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, serta 2 (dua) SMK model yaitu SMKN 1 Kupang dan SMKN 3 Denpasar yang terlibat program sister school dengan SMKS Pancasila dan SMKN 2 Tambolaka. Program ini  juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.